Rabu, 31 Maret 2010

BUNI / WUNI


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Antidesma bunins (L) Spreng.
2. Nama daerah : wuni (Jawa dan Sunda), buni (Melayu), burneh (Madura), bane tedong (Sulawesi).
3. Nama asing : chinese laurel (Inggris), u ye cah (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Buni memiliki rasa asam dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam buni di antaranya saponin, tanin, flavonoid, dan friedein. Kulit batangnya mengandung alkaloida yang beracun sehingga jumlah penggunaannya harus diperhatikan.
Efek farmakologis buni di antaranya menghilangkan haus, menghilangkan racun, meluruhkan keringat, dan meningkatkan sirkulasi darah.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan buni dapat dilakukan dengan cangkok, biji, atau okulasi. Buni dirawat dengan disiram air yang eukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan buni ditanam di tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung.

D. BAGIAN TIJMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Buah, daun, dan ranting buni dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.

1. Jantung berdebar
Cuci bersih 25 butir buah masak, 6 helai daun muda kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis.), 10 helai daun sembung (Blumea balsam jfera L), kulit kayu manis sebesar 1 jari, dan jahe sebesar ½ jari. Rebus semua bahan tersebut dengan 4 gelas air. Tambahkan gula enau sebesar 2 jari yang telah dicuci dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Setelah air rebusannya tersisa 2 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

2. Penutup luka
Tumbuk 10 lembar daun buni sampai halus, tempelkan ke tempat luka, lalu balut dengan kain atau perban. Ganti tumbukannya 2 kali sehari lalu balut kembali.

3. Menambah darah dan membersihkan darah kotor
Cuci bersih 50 butir buah buni masak, 2 jan asam kawak, dan 3/4 jari rimpang kunyit. Tumbuk semua bahan sampai halus, tambahkan ½ gelas air matang, 1 sendok makan madu, lalu aduk rata. Peras ramuan, lalu saring. Minum sekaligus air saringan yang diperoleh 2—3 kali sehari.

4. Sifilis
Cuci bersih 50 butir buah masak, 50 helai daun sambiloto, 7 helai daun keji beling, 10 helai daun paria hutan, 10 helai daun pegagan, dan 1 jari batang brotowali. Potong-potong semua bahan, lalu rebus dengan 4 gelas air. Tambahkan 3 jari gula enau ke dalam rebusan. Setelah air rebusan tersisa 2 gelas, dinginkan, lalu bagi menjadi 3 bagian yang sama banyak. Minum ramuan 3 kali sehari masing-masing 1 bagian.

5. Tekanan darah tinggi
Cuci bersih 30 butir buah buni masak lalu kunyah sampai halus. Telan daging buahya dan buang bijinya. Setelah selesai mengunyah dan menelan, segera minum 1 gelas air hangat. Lakukan hal yang sama 2—3 kali sehari. Selengkapnya...

Selasa, 30 Maret 2010

BELIMBING WULUH


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Averrhoa bilimbi L.
2. Nama daerah : blingbing buloh (Bali), blimbing wuluh (Jawa Tengah), bhallmbhing bulu (Madura), belimbing asem (Melayu), limbi (Bima), limeng (Aceh), bainang (Makasar), dan uteke (Irian).
3. Nama asing : bilimbi, cucumber tree, dan small sour starfruit (Inggris).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Belimbing wuluh memiliki rasa asam dan bersifat sejuk. Pada bagian batang mengandung saponin, tanin, asam format, glukosida, kalsium oksalat, sulfur, dan peroksida. Pada bagian daun mengandung tarlin, sulfur, asam format, peroksidase, kalsium oksalat, dan kalium sitrat.
Efek farmakologis belimbing wuluh di antaranya menghilangkan sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, antiradang, peluruh kencing, dan pelembut wajah.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan tumbuhan belimbing wuluh dilakukan dengan biji. Belimbing wuluh dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dipupuk dengan pupuk organik, dan ditanam di tempat yang terbuka.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Bagian tumbuhan yang digunakan untuk mengobati penyakit adalah daun, bunga, dan buah. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan belimbing wuluh di antaranya sebagai berikut.
1. Batuk pada anak
Ainbil 1 genggam bunga belimbing wuluh, 5 butir buah adas, cuci, lalu campurkan menjadi satu. Tambahkan 1 sendok makan gula pasir dan 1 cangkir air matang lalu tim. Setelah dingin, saring dengan sepotong kain untuk diminum 2 kali sehari pada pagi dan malam ketika perut kosong.

2. Darah tinggi
Cuci bersih 3 butir buah belimbing wuluh lalu potong menjadi beberapa bagian. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring hasil rebusan, lalu minum sekaligus setelah sarapan. Untuk pencegahan, minum 3 hari sekali dengan jumlah yang sama.

3. Jerawat
Cuci bersih 6—8 butir buah belimbing wuluh lalu tuinbuk sampai halus. Campurkan ½ sendok teh garam, dan ¼ gelas air ke dalam hasil tumbukan belimbing wuluh lalu aduk sampai rata. Oleskan pada wajah yang berjerawat 3 kali sehari.

4. Pegal linu
Ambil daun belimbing wuluh muda sebanyak 1 genggam atau sekitar 25 helai, 10 butir biji cengkih, dan 15 biji lada. Campurkan semua bahan tersebut menjadi satu lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan cuka secukupnya sehingga menjadi bubur lalu oleskan ke tempat yang sakit.

5. Rematik
Cud bersih 1 ons daun muda, 10 butir biji cengkih, 15 butir merica, lalu giling sampai halus. Tamibahkan cuka secukupnya sehingga membentuk adonan lalu balurkan ke tempat yang sakit.

6. Sakit gigi berlubang
Cuci 5 buah belimbing wuluh sampai bersih lalu makan dengan sedikit garam. Kunyah buahnya pada bagian gigi yang berlubang. Selengkapnya...

BAKUNG


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Crinum asiaticum L.
2. Nama daerah : bakung (Melayu), bakong (Batak), bukung (Minangkabau), semur (Bangka), bakung bug (Makasar), dausa (Ambon), pete (Halmahera), fete-fete (Ternate), bakung (Sunda), bakung (Jawa), dan bakong (Madura).
3. Nama asing : crinum lily, spider lily, seashore crinum lily (Inggris); wen chu lan (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Sifat tumbuhan belum banyak diketahui, tetapi bahan kimia yang terdapat pada bakung sudah diketahui. Bunga bakung mengandung flavonoid, saponin, dan tanin, sedangkan pada umbi, akar, serta biji mengandung alkaloid likorin, krinin, dan asetilkorin.
Efek farmakaologis yang dimiliki oleh bakung di antaranya sebagai peluruh kencing, antiinflamasi, mencegah pendarahan, dan mengobati luka.

C. PERBANYAKALN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan tumbuhan bakung dilakukan dengan rimpang, anakan, dan biji. Bakung dirawat dengan penyiraman cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Bagian umbi, daun, akar, atau seluruh herba, baik segar maupun kering, dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Bengkak di tangan dan di kaki
Olesi daun bakung dengan minyak kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan daun bakung yang telah layu ke bagian yang sakit.
2. Borokan
Iris umbi bakung kecil-kecil lalu panaskan di atas api kecil selama 1—2 menit atau sampai hangat. Letakkan irisan umbi pada borok atau telapak kaki yang luka.
3. Luka terkena panah beracun
Cuci bersih 5—10 g akar bakung lalu kunyah untuk memperoleh airnya. Telan airnya, sedangkan ampasnya ditempel pada bagian yang terkena panah.
4. Peluruh keringat
Cuci 10 g akar bakung segar, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 2 gelas air selama 20 menit. Setelah dingin, saring, lalu dibagi menjadi 2 bagian untuk diminum 2 kali sehari pada pagi dan sore.
5. Peluruh muntah
Cuci 5—10 g akar segar sampai bersih lalu dikunyah untuk memperoleh ainya. Telan airnya, sedangkan ampas hasil kunyahan dibuang.
6. Pembengkakan kelenjar limpa pada selangkangan dan ketiak
Cuci bersih beberapa helai daun bakung, tumbuk bersama 2 siung bawang merah, dan gula merah secukupnya sampai halus. Tempelkan hasil tumbukan di tempat yang sakit.
7. Peluruh kencing
Cuci daun bakung secukupnya, tumbuk sampai halus, lalu oleskan di perut bagian bawah di atas kandung kemih. Lakukan secara rutin dengan membuat ramuan yang sama sampai kencing lancar kembali.
8. Patek (frambusia)
Cuci buah dan biji bakung secukupnya sampai bersih lalu tumbuk halus. Campurkan tepung beras secukupnya lalu borehkan ke bagian yang sakit
9. Rematik sendi
Layukan daun bakung di atas api. Olesi daun dengan minyak wijen lalu ditempelkan di bagian yang sakit

Catatan :
• Pemakaian umbi bakung harus hati-hati karena beracun.
• Keracunan ditandai dengan sakit perut, diikuti diare yang hebat, denyut nadi cepat, pernapasan tidak teratur, dan panas tinggi.
• Sebagal pertolongan pertama, pompa lambung supaya penderita muntah. Lanjutkan dengan memberi minuman teh kental atau 40 ml cuka beras putih yang dicampur dengan 30 ml jus jahe segar yang diencerkan dengan air secukupnya untuk digunakan kumur-kumur.
Selengkapnya...

Senin, 29 Maret 2010

BUNGA MATAHARI


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Helianthus onnuus L.
2. Nama daerah : bunga panca matoari (Minangkabau), kembang srengenge (Jawa), kembang sarengenge (Sunda), bunga ledom (Pulau Roti).
3. Nama asing : sunflower (Inggris), xiang ri kui (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Bunga matahari bersifat rasa lembut dan netral. Bagian bunga mengandung bahan kimia seperti quercimeritrin, asam oleanolat, helianthoside A,B, dan C, serta asam echinocystat. Bagian biji bunga matahari mengandung bahan kimia seperti -sitosterol, prostaglandin E, asam kiorogenik, asam quinat, phytin, dan 3,4-benzopyrene.
Dalam 100 g minyak biji bunga matahari terdapat lemak jenuh 9,8%, lemak tak jenuh, seperti oleat 11,7% dan linoleat 72,9% , serta tidak mengandung kolesterol.
Efek farmakologis bunga matahari diantaranya menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri, antidisentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh, seperti hormon dan enzim, merangsang pengeluaran campak, antiradang, antimalaria, peluruh air seni, pereda batuk, merangsang energi vital, menenangkan liver, serta menghilangkan rasa nyeri waktu buang air kemih.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan tumbuhan bunga matahari dilakukan dengan biji atau setek batang. Bunga matahari dilakukan dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini memerlukan sinar matahari langsung.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan bunga matahari yang dikeringkan dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Disentri
Cuci bersih 30 g biji bunga matahari lalu rebus deugan 1 gelas air panas. Tambahkan 30 g tumbuhan patikan kebo dan gula batu secukupnya, lalu tim selama 1 jam. Minum air rebusan biji saat hangat sekaligus 1 gelas sehari.
2. Kencing batu
Cuci bersih 25 g bunga matahari, 25 g labu bligo (Bemacasa hispida Cogn.), 25 g daun keji beling, dan 25 g rambut jagung. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum aimya sekaligus saat masih hangat 1 gelas sehari.
3. Radang payudara (mastitis)
Potong kepala bunga matahari kering tanpa biji secukupnya, sangrai sampai hangus, lalu digiling sampai menjadi bubuk. Untuk menjaga keawetan, simpan dalam toples.
Seduh 10—15 g bubuk bunga dengan 1 gelas air panas. Tambahkan gula dan madu, masing-masing 1 sendok makan, lalu minum selagi hangat. Laikukan 3 kali sehari dengan dosis yang sama. Setelah pertama kali minum, diusahakan supaya berkeringat, misalnya tidur mengenakan selimut.
4. Rematik
Rebus kepala bunga matahari atau bagian tengah bunga matahari secukupnya bersama 15 g jahe sampai mendidih dan mengental. Tempelkan ramuan ke bagian yang sakit.
5. Sakit kepala
Cud 50 g bunga, 20 g jahe, dan 1 butir telur ayam utuh. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum air rebusan 2 kali sehari masing-masing 1 gelas. Lakukan setelah makan dan secara teratur.
6. Susah buang air besar dan kecil
Rebus 15 g akar segar bunga matahari dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas lain saring. Miuum sekaligus saat hangat 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas sebelum makan. Ulangi sore hari dengan dosis dan cara yang sama.

Kontra indikasi wanita hamil dilarang minum ramuan bunga matahari
Selengkapnya...

BUNGA MAWAR


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Rosa chinensis Jacq.
2. Nama daerah : mawar (Jawa), kembang roos (Sunda).
3. Nama asing : rose flower (Inggris), yue ji hua (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Tumbuhan mawar memiliki rasa manis dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam bunga mawar di antaranya sitral, sitrone!ol, geraniol, linalo!, nero!, eugenol, feniletil a!kohok, farnesol, nonilaldehida.
Efek farmakologis bunga mawar di antaranya melancarkan sirkulasi darah, menormalkan sikius haid, antiradang, menghilangkan bengkak, dan menetralisir racun.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan bunga mawar dilakukan dengan setek. Mawar dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini memerlukan sinar matahari langsung.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Bunga dan akar dalam kondisi kering serta daun dalam kondisi segar dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Batuk darah
Seduh 10 g bunga mawar kering dengan 1 cangkir air panas. Tambahkan gula batu secukupnya, aduk rata, lalu tutup cangkirnya. Setelah 30 menit, minum air seduhannya 2 kali sehari dengan dosis dan cara yang sama.
2. Campak
Cuci bersih 15 kuntum bunga mawar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama banyak. Minum air rebusannya 2 kali sehari, masing-masing 1 bagian.
3. Haid tidak teratur
Seduh 20 g bunga mawar segar dengan 1 gelas air panas untuk diminum 2 kali sehari.
4. Keputihan
Rebus 9—15 g akar bunga mawar kering dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas, dinginkan, lalu saring. Minum air saringannya sekaligus ½ gelas sehari.
5. Penurunan bagian uterus setelah melahirkan (prolapsus uteri)
Lumatkan 30 g bunga mawar kering. Tambahkan gula batu secukupnya dan 1 cangkir arak merah, lalu tim. Minum hasil tim 1 kali sehari.


Catatan : wanita hamil dilarang minum ramuan dan bunga mawar dan bagi penderita fungsi pencernaan Iemah sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan ramuan. Selengkapnya...

BOUGENVIL


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Bougainvillea glabra Choisy.
2. Nama daerah : kembang kertas (Melayu).
3. Nama asing : bougainfill flower (Inggris), ye zi hua (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Bugenfil mempunyai rasa pahit, kelat, dan hangat. Beberapa bahan kiniia yang terkandung dalam bugenfil di antaranya betunidin, isobetanidin, 6-o--saphoroside, dan 6-o-rhamnosysophoroside.
Efek farmakologis bugenfil di antaranya melancarkan peredaran darah.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan bugenfil dapat dilakukan dengan setek batang, cangkok, okulasi, atau biji. Bugenfil dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Untuk tempat tumbuhnya, dibutuhkan tanah gembur berpasir, terbuka, dan selalu terkena sinar matahari.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PERAWATANNYA
Bunga dan batang bugenfil dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Bisul
Cuci bersih bunga bugenfil dan daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata {Lam.}Pers.) secukupnya. Tumbuk kedua bahan tersebut sampai halus lalu tempelkan pada bisul. Lakukan secara rutin sampai bisul pecah. Ramuaninmi hanya digunakan sebagal obat luar.

2. Biang keringat dan gatal-gatal (pruritis)
Cuci bersih bunga bugenfil, daun sirih (Piper betle L.), dan daun lidah buaya (Aloe Vera) yang sudah dikupas, masing-masing secukupnya. Rebus semua bahan tersebut sampai mengental lalu dinginkan. Oleskan cairan kental (gel) ini pada biang keringat dan bagian yang gatal. Lakukan secara teratur dan sesuai dengan kebutuhan sampai biang keringat serta gatal-gatal hilang. Ramuan ini hanya digunakan sebagai obat luar.

3. Hepatitis
Cuci 15 g batang bugenfil sampai bersih lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusannya lalu minum saat hangat sebanyak 1 gelas sehari.

4. Haid tidak teratur
Cuci bersih 9—15 g bunga bugenfil dan 15 g umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.) sampai bersih. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusannya lalu minum 1 gelas sehari.

5. Keputihan (leucorrhea) dan nyeri haid (dysmenorrhea)
Cuci bersih 9—15 g bunga bugenfil sampai bersih lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusannya lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.

6. Sakit waktu haid dan darah haid menggumpal
Cuci bersih 1i g bunga bugenlil, 15 g bunga mawar, dan 70 g daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya. Rebus ketiga bahan dengan 2 gelas air sampai 1 gelas lalu saring. Minum air rebusannya 2kali sehari, masing-masing ½ gelas.

7. Terlambat haid
Cuci sampai bersih 15 g bunga bugenfil, 15 g temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), dan 90 g daun lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas. Rebus ketiga bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusannya lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Selengkapnya...

Rabu, 24 Maret 2010

ASAM JAWA


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Tamarindus indica L.
2. Nama daerah : wit asem (Jawa), bak mee (Aceh), asam jawa (Kalimantan), tangkal asam (Sunda), celagi (Bali), dan asang jawi (Gorontalo).
3. Nama asing tamarind (Inggris), suan jiao (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Buah asam jawa memiliki rasa manis, asam, dan bersifat sejuk. Buah asam jawa mengandung bahan kimia, seperti gula invert, tartaric acid, citric acid, serine, ß-alanin, vitamin B3, geranial, llimonene, peptin, pro line, leusin, phenylalanine, dan pipecolic acid. Bagian daun mengandung stexin, iovitexin, dan isoorientin, sedangkan pada kulit kayu mengandung zat tanin.
Efek farmakologis asam jawa di antaranya antiseptik, menghilangkan rasa sakit, peluruh kandungan (abortivum), penurun panas, penambah nafsu makan, sebagai astringen, dan tonik.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan asam jawa dapat dilakukan dengan biji, cangkok, dan okulasi. Asam jawa dirawat dengan penyiraman cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk deilgan pupuk organik. Tumbuhan mi membutuhkan tempat yang cukup matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Buah tanpa biji, daun, dan kulit biji terluar dapat digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Batuk
Cuci 10 g daging buah asam, seduh dengan 1 gelas air panas, lalu minum bersama gula merah secnkupnya 1 gelas sehari.
2. Bisul
Cuci bersih daun asam jawa dan rimpang kunyit secukupnya, tumbuk halus, lalu tempelkan pada bisul. Lakukan secara rutin sampai bisul hilang.
3. Borok karena luka
Cuci bersih biji asam atau daun kering secukupnya, tumbuk halus, oleskan pada borok, lalu balut. Lakukan secara rutin sampal borok hilang.
4. Gangguan pencernaan
Seduh 1—2 g bubuk kulit kayu asam dengan 1 gelas air panas, minum secara rutin 1 gelas sehari.
5. Karang gigi
Sangrai biji asam secukupnya, tumbuk sampai halus, lalu gosokkan ke bagian karang gigi dengan kain atau sikat gigi.
6. Menurunkan berat badan
Cuci buah asam masak secukupnya, kupas kulitnya, lalu makan.
7. Mencegah rambut rontok
Campur buah asam yang sudah masak dengan sedikit air. Gunakan ramuan untuk mengurut kulit kepala, cuci dengan sampo, lalu bilas dengan air bersih.
8. Radang payudara
Cuci bersih buah asam jawa secukupnya lalu remas sampai hancur. Campur sedikit air garam ke dalamnya, aduk rata, lalu tempelkan pada payudara yang sakit Setelah dibalur merata, balut dengan kain.
9. Rematik dan bengkak karena terpukul (lebam)
Cuci bersih daun muda asam jawa dan rimpang kunyit secukupnya lalu giling sampai halus. Seduh hasil gilingan dengan sedikit air panas lalu balurkan pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin sampai sembuh.
10. Sariawan
Cuci bersih buah asam jawa atau bubuk kulit kayu asam jawa lalu campurkan dengan air secukupnya lalu gunakan untuk berkumur.

Catatan wanita hamil dilarang memakan buah asam jawa yang tua Selengkapnya...

ANYANG-ANYANG


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Elaeocarpus grandiflora.
2. Nama daerah : anyang-anyang, kayu anyang (Jawa); ambit, kemaitan, raja sor, dan rejasa (Sunda).
3. Nama asing : -

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Anyang-anyang memiliki rasa sangat pahit dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam anyang-anyang di antaranya minyak terbang, zat samak, dan ubar merah pada bunga. Bagian buahnya mengandung saponin, zat pahit, dan elakorpit.
Efek farrnakologis yang dimiiki oleh anyang-anyang di antaranya penurun panas, antiinflamasi, dan sebagai astringen.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan anyang-anyang dilakukan dengan setek dan biji. Anyang-anyang dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan inl menghendaki tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit di antaranya daun, buah, getah daun, batang, dan biji. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan anyang-anyang adalah sebagai berikut.
1. Air kencing sedikit (anyang-anyangen)
Cuci bersih 2—5 g buah anyang-anyang kering, tumbuk, lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa 1/2 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum air rebusannya sekaligus secara rutin 1 gelas sehari.
2. Borok dan bisul
Cuci bersih daun muda anyang-anyang secukupnya, tumbuk halus, lalu tempelkan pada kulit yang terkena borok dan bisul.
3. Mencret menahun, sakit kepala sebelah, atau migren
Cuci bersih 250 g kulit batang anyang-anyang lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan sekaligus 1 gelas sehari.
4. Sariawan
Cuci bersih 250 g kulit buah anyang-anyang lalu rebus dengan 2 gelas sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan làlu gunakan untuk berkumur. Lakukan secara rutin 1 kali sehari. Selengkapnya...

ANTING-ANTING


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Acalypha australis L.
2. Nama daerah : pohon kucing - kucingan (Melayu).
3. Nama asing : tie nun (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Anting-anting memililci rasa pabit dan bersifat sejuk. Kandungan kimia tumbuhan mi belum banyak diketahui, tetapi kegunaan dan tumbuhan mi tela}i banyak diketahui dan pengalaman turun-temurun.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh anting-anting di antaranya antibiotik, antiradang, peluruh kencing, sebagai astringen, dan menghentikan pendarahan.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan anting-anting dapat dilakukan dengan biji. Anting-anting dirawat dengan disiram air yang cukup, dipupuk dengan pupuk dasar, terutama pupuk organilç dan dijaga kelembapan tanahnya. Tumbuhan mi menghendaki tempat yang sedikit terlmndung.

B. BAGIAN TUMBUHAN YANG BIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan, baik dalam keadaan segar atau kering, dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyalcit sebagai berikut.
1. Berak darah, mimisan, dan batuk
Cud 30—60 g tumbuhan anting-anfing kering lain rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa i gelas. Dinginkan lalu minum 2 kali sehari masingmasing 1/2 gelas.
2. Disentri
Cuci bersih 30—60 g tumbuhan anting-anting kering laIn rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu minum 2 kali sehari masingmasing 1/2 gelas. Lakukan secara teratur selama 5—10 hari.
3. Diare dan muntah darah
Rebus 30—60 g tumbuhan kering dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Minum air rebusan 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
4. Pendarahan dan luka luar
Luniatkan herba anting-anting segar secukupnya lalu campurkan dengan gula pasir secukupnya. Tempelkan hasil lumatannya ke tempat luka. Selengkapnya...

ANGGRUNG


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Trema orientaiis Bl.
2. Nama daerah : bengkire (Aceh), bongkoreyon (Batak), mangkirai (Minangkabau), anggrung (Jawa), dan kuray (Sunda).
3. Nama asing : –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Sifat tumbuhan anggrung belurn diketahui, tetapi beberapa bahan kimia yang terkandung dalam anggrung di antaranya saponin, flavonoid, dan polifenol. Efek farmakologis yang dimiiki oleh anggrung adalah sebagai anti diare dan antispasmodik.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan anggrung dapat dilakukan dengan rimpang, anakan, atau biji. Anggrung dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian daun anggrung dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.



1. Batuk
Cuci bersih 10 g daun anggrung segar lalu rebus dengan 2—3 gelas air selama 25 menit. Setelah dingin, saring, buat menjadi 2 gelas, lalu minum saat pagi dan sore hari. Tambahkan jeruk nipis dan madu secukupnya saat minum ramuan ini.
2. Diare
Cuci bersih 8 g daun segar, campur dengan 2 gelas air, lalu rebus. Setelah 25 menit, saring, dan buat menjadi 2 gelas. Minum 2 kali sehari di waktu pagi dan sore hari masing-masing 1 gelas.
3. Masuk angin, nyeri perut, dan disentri
Cuci bersih 5 g akar, campur dengan 2 gelas air, lalu rebus. Setelab 25 menit, dinginkan rebusan, lalu saring dan buat menjadi 2 gelas. Minum 2 kaIi sehari di waktu pagi dan sore hari masing-masing 1 gelas. Selengkapnya...

ANDONG


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Cordyline fruticosa (Linn.)
2. Nama daerah hanjuanq (Sunda), andong (Jawa), penjuang (Dayak), kayu urip (Madura), endong (Bali).
3. Nama asing –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Andong memiiki rasa manis, hambar, dan bersifat menyejukkan. Kandungan kimia dan tumbuhan ini belum banyak diketahui, tetapi kegunaan dari tumbuhan ini telah banyak diketahui, di antaranya menyejukkan darah, menghentikan pendarahan, dan menghilangkan bengkak karena memar (antiswelling)

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUIJAN
Perbanyakan andong dapat dilakukan dengan setek batang dan stump. Setek dilakukan melalui batang yang keras dipotong 5—10 cm dan daun yang ada dibuang semuanya. Stump diperoleh dengan mencabut tumbuhan andong liar kemudian dipindahkan ke tempat budi daya, misalnya pot. Andong dirawat dengan disirami air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan, yaitu bunga, daun, dan akar dapat digunakan untuk berbagai penyakit sebagai berikut.

1. Kencing berdarah
Rebus 60—100 g daun andong segar atau 30—60 g akar andong kering dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring , lalu minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
2. Mencegah keguguran, haid terlalu banyak, dan wasir berdarah
Cuci bersih 15—30 g daun andong kering, atan 9—15 g bunga andong kering atau 6—io g akar andong kering lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
3. Nyeri lambung dan ulu hati
Cuci bersih 15—30 g daun andong kering atau 6—10 akar andong kering. Rebus bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
4. TBC (tuberkolosis)
Cuci bersih 15—30 g daun andong kering atau 9—15 g bunga andong kering, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
5. Terlambat haid
Rebus 6o—100 g daun andong segar atau 30—60 g akar andong kering dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari. Selengkapnya...

ALPUKAT


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Persea americana Mill.
2. Nama daerah apokad (Melayu), apuket (Sunda), apokat (Jawa).
3. Nama asing : avocado pear (Inggris), yiu lie (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Tumbuhan alpukat, terutama bagian daun, memiliki rasa pahit dan kelat. Kulit ranting mengandung beberapa zat kimia di antaranya minyak terbang, seperti methylehavikol, alphapinene, tanin, dan flavonoid. Daging buah mengandung lemak jenuh, protein, sesqueterpenes, vitamin A, B1, dan B2.
Efek farmakologis daun alpukat adalah peluruh kencing (diuretik) dan astringen. Selain itu, daun dan kulit ranting memiliki efek farmakologis, seperti peluruh kentut (karminatif), penyembuh batuk, pelancar menstruasi, emollient, dan antibakteri.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tanaman alpukat dilakukan dengan biji, setek, dan cangkok. Alpukat dirawat dengan penyiraman air, dijaga kelembapan tanahnya, dipupuk dengan pupuk organik, dan tumbuhan ini menghendaki cukup matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daging buah, daun, dan biji alpukat dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.
1. Darah tinggi dan sakit kepala
Cuci bersih 3—5 helai daun alpukat segar sampai bersih, seduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin, minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.
2. Gigi berlubang
Ambil biji alpukat secukupnya, bersihkan, lalu tumbuk sampai halus. Masukkan hasil tumbukan ke dalam gigi berlubang.
3. Kencing batu
Cuci bersih 7 helai daun alpukat segar, seduh dengan ½ gelas air panas, lalu minum sekaligus. Lakukan secara rutin 2 kah sehari setiap pagi dan sore sampai batu penyumbat kencing keluar.
4. Kulit wajah kering
Lumatkan daging buah alpukat secukupnya sampal halus, oleskan merata pada wajah, lalu biarkan sekitar 3—5 menit sampai kering. Bilas wajah dengan air hangat sampai bersih lalu olesi dengan es batu. Lakukan setiap pagi hari dan malam hari sebelum tidur.
5. Kencing manis
Panggang biji alpukat di atas api, potong kecil-kecil, lalu rebus sampai mendidih dan warnanya berubah menjadi cokelat. Saring hasil rebusan lalu minum sekaligus. Lakukan secara rutin 1 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
6. Nyeri saraf dan nyeri lambung
Cuci bersih 3—6 lembar daun alpukat lalu seduh atan rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih. Setelah dingin, minuin air seduhan 1 kali sehari.
7. Sariawan
Haluskan 1 butir daging buah alpukat, campur dengan 2 sendok makan madu murni, aduk sampai rata, lalu makan sekaligus. Ulangi sampai sariawan sembuh. Selengkapnya...

ALANG-ALANG


A. NAMA
1. Nama Ilmiah: Imperata cyhindrica (L.)
2. Nama daerah : neleleng laku (Aceh), rih (Batak), alalang (Minangkabau), lioh (Lampung), alang-alang (Jawa), ki eurih (Sunda), lalanyg(Madura), ambengan (Bali), halalang (Kalimantan), dan kalepip (Irian).
3. Nama asing : –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Alang-alang memiliki rasa manis dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam alang-alang di antaranya manitol, glukosa, sukrosa, malic acid, citric acid, coixal, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali, saponin, tanin, dan polifenol.
Efek fannakologis yang dimiliki oleh alang-alang di antaranya penurun panas, peluruh kencing (diuretik), menghentikan pendarahan (hemostatik), menghilangkan haus, dan masuk meridian paru-paru, lambung, serta usus kecil.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan alang-alang dilakukan dengan rimpang dan akar tinggal. Alang-alang sangat mudah tumbuh. Jika sengaja ditanam, alang-alang dirawat dengan disiram air, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Akar alang-alang, baik dalam kondisi segar maupun kering, dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa permasalahan kesehatan dan penyakit. Penggunaannya dengan membuat minuman alang-alang yang berbentuk seperti minuman teh. Berikut ini beberapa manfaat alang-alang dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan penyakit.

1. Hepatitis akut menular
Cuci bersih 6o g akar alang-alang kering lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan 2 kali sehari, masihg-masing ½ gelas. Lakukan pengobatan selama 10 hail.
2. Kencing berdarah
Cuci bersih 100 g akar alang-alang segar sampai bersih, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 8 gelas air. Setelah tersisa 4 gelas, bagi menjadi 3 bagian yang sama untuk diminum 3kali sehari.
3. Kencing nanah
Cud 300 g akar alang-alang segar sampai bersih lalu potong kecil-kecil menjadi beberapa bagian. Rebus potongan akar tersebut dengan 8 gelas air sampai tersisa 5 gelas. Bagi menjadi 3 bagian yang sama lalu minnm 3 kali sehari masing-masing 1 bagian.
4. Muntah darah
Cuci 30—60 g akar alang-alang segar sampai bersih lalu potong-potong. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa I gelas. Setelah dingin, minum sekaligus 1 kali sehari. Lakukan secara rutin sampai sembuh.
5. Mimisan
Cnci bersih akar alang-alang segar secukupnya, tumbuk, lalu peras untuk memperoleh air sebanyak 100 ml. Saring air perasannya lain minum sekaligus 1 kali sehari. Selain cara tersebut, mimisan juga dapat diobati dengan 30 g akar alang-alang yang dipotong-potong kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, minum air rebusan tersebut sekaligus habis.
6. Peluruh kencing
Cuci bersih 10 g akar alang-alang segar lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.
7. Radang ginjal akut
Cuci bersih 60—120 g akar alang-alang segar lalu potong kecil-kecil. Rebus potongan akar dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Kontra indikasi : bagi penderita lambung lemah dan banyak kencing dilarang minum ramuan ini. Selengkapnya...

AJERAN


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Bidens pilosa L., Bidens leucantha Wild., Bidens sundaica Bl.
2. Nama daerah : ambong-ambong (Melayu); ketul-ketul kebo, ketul sapi (Jawa); cinglancingan (Madura); hareuga (Sunda); rai-raisu (Maluku).
3. Nama asing : jin zhan yin pan (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Ajeran memiliki rasa pahit dan sifatnya agak dingin. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam ajeran di antaranya phytosterin B.
Efek farmakologis yang dimiliki ajeran di antaranya anti-piretik (penurun panas), antiradang, menghentikan pendarahan, melancarkan peredaran darah, dan sebagai astringen.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan ajeran dilakukan dengan biji. Ajeran dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dipupuk dengan pupuk organik, dan ditanam di tempat yang cukup matahari.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian akar, daun, dan seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, baik pengobatan mar maupun pengobatan dalam.
1. Pengobatan luar
Pengobatan luar dilakukan untuk mengobati radang kulit bernanah (piodermi), gigitan ular, memar karena benturan atau pukulan, wasir, dan gatal-gatal.
Caranya, tumbuk herba segar dan tempelkan pada bagian yang sakit. Cara lain campur air secukupnya pada hasil tumbukan herba, masak sampai mendidih, lalu gunakan untuk mencuci bagian yang sakit.
Untuk kulit yang terkena koreng, panaskan daun ajeran di atas api sampai layu lalu tempelkan pada bagian yang sakit.

2. Pengobatan dalam
Ajeran dapat digunakan sebagai obat dalam terutama untuk beberapa penyakit sebagai berikut.
a. Demam, influenza, dan sakit tenggorokan
Rebus 15—120 g herba ajeran dengan 4 gelas air sampai rebusan tersisa 1 ½ geias lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian.

b. Gatai-gatal (pruritis)
Cuci bersih 100 g daun ajeran, rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ geias, lain buat menjadi 2 bagian yang sama. Minum ramuan 2 kaii sehari, masing-masing 1 bagian.

c. Infeksi hepatitis (acute invectious hepatitis)
Rebus 120 g daun ajeran dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian.

d. Mencret (gastroenteritis)
Cuci bersih 15—120 g daun ajeran lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu buat menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian.
e. Rematik sendi
f.
Cuci bersih 100 g daun ajeran lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Buat menjadi 2 bagian yang saina lalu minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian.

g. Radang selaput otak (ecephalitis epidemica)
Cuci bersih 15—30 g daun ajeran dan 30—90 g akar kemuning (Murraya paniculata). Rebus bahan tersebut dengan 4 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Hasil rebusan ini digunakan untuk 2 kali minum. Akan tetapi, untuk penyakit yang berat, minum 1 ½ gelas sekaligus dengan frekuensi 2 kali sehari.

h. Radang usus buntu (acute apendixiitis)
Cuci bersih 15—120 g daun ajeran dan 30—60 g bawang putih (Allium sativum). Rebus bahan tersebut dengan 4 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Buat menjadi 2 bagian lain minum 2 kali sehari, masing-masing 1 bagian.

i. Sakit gigi
Cuci bersih daun ajeran secukupnya lalu kunyah untuk diambil airnya sambil diarahkan di bagian gigi yang sakit. Jika air daun ajeran tidak lagi diperoleh, buang daun yang dikunyah.

j. Wasir (haemorhoids)
Selain diobati melalui pengobatan luar, wasir juga dapat diobati dengan ajeran melalui pemakaian dalam. Caranya, rebus 15—120 g daun ajeran dengan 4 gelas air sampai tersisa ½ gelas, lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian. Selengkapnya...

ADAS


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Foeniculum vulgare Mill.
2. Nama daerah : adas manis (Minangkabau), adas (Jawa), das pedas (Aceh), adhas (Madura), hades (Sunda), adase (Bugis), rempuse (Makasar), popaas (Manado), denggu-denggu (Gorontalo), adas (Bali), wala wungu (Sumbawa), kumpasi (Sangir Talaud).
3. Nama asing : fennel (Inggris), hsiao hui (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Buahnya memiiki rasa manis, pedas, berbau aromatik, dan bersifat menghangatkan. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam adas diantaranya minyak asiri 0,3—6%, anethol 5o—6o%, fanchom, metil chavicol, dan anis keton. Selain itu, adas juga mengandung senyawa kimia, seperti kamfena, limonena,1,8 sineol, arginin, ß-sitosterol, dianethole, rutin, dan stigmasterol.
Efek farmakologis yang dlimiliki oleh adas diantaranya menambah daya tahan tubuh, obat flu, anti-kholinesterase, mengatasi ejakulasi dini, merangsang ereksi, anastesi, merangsang keringat, penguat hepar, serta perangsang saraf pusat, mencegah kemandulan, memperkuat daya hidup sperma, pemicu pengeluaran hormon androgen, melemahkan potensi sperma, merangsang pengeluaran hormon estrogen, penambah semangat, dan vitalitas. Adas juga berperan dalam menghambat pengeluaran enzim aldose-reduktase, fosfodiesterase, dan lipoksiginase. Selain itu, adas dapat memperlambat penuaan, merangsang terjadlinya ovulasi, dan melindungi hati dan segala gangguan dan racun (antihepatotoksik). Stigmasterol pada buah adas dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan hormon steroid atau obat KB. Adas juga sering digunakan sebagai penyempurna atau pengharum rasa obat (corrigens) dan pengawet alami bahan makanan tanpa efek samping.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan adas dilakukan dengan biji. Adas dirawat dengan disiram air yang cukup, dipupuk dengan pupuk organik, dan dilakukan pengendalian hama serta penyakit.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian akar, daun, dan buah adas dapat digunakan untuk pengobatan penyakit serta bahan campuran obat supaya khasiatnya lebih lengkap. Adas dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Batu empedu
Cuci 5 g buah adas kering, seduh dengan 1 gelas air, lalu dinginkan. Minum sekaligus 1 gelas sehari.
2. Pencegah dan penyembuh impoten
Campur 10 g adas, 25 g pulosari, 10 g bawang putih, 25 g merica, dan 25 g kunyit menjadi satu. Tumbuk halus bahan-bahan tersebut lalu tambahkan air panas secukupnya sehingga membentuk larutan. Tambahkan 1 sendok makan madu murni, 2 butir kuning telur ayam kampung, lalu aduk sampai rata. Minum larutan 2—3 jam setelah makan malam dan lakukan 1 kali sehani selama 1 bulan.
3. Pencegahan terhadap tumor dan kanker
Cuci bersih 5 g buah adas, 100 g akar alang-alang, dan 1 – 2 batang benalu teh (Loranthus sp). Rebus semua bahan dengan 2 gelas sampai tersisa 1 gelas lalu dinginkan. Saing air rebusannya lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
4. Sariawan
Cuci bersih 15 g buah adas dan 15 g kulit kayu manis yang telah ditumbuk halus. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air. Masukkan ke dalamnya 10 g kunyit yang telah diiris tipis-tipis sampai. Setelah tersisa 2 gelas, dinginkan, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Ulangi pengobatan secara rutin selama 7 hari. Selengkapnya...